1. HOME
  2. »
  3. BERITA

Cara Kemendikbud agar game bisa jadi motivasi anak untuk belajar

Editor: Haris Kurniawan  22 Mei 2017 11:08
Main game menjadi sebuah aktivitas yang sangat disukai dan menyenangkan bagi anak-anak.

Merdeka.com, HARDIKNAS - Main game menjadi sebuah aktivitas yang sangat disukai dan menyenangkan bagi anak-anak, berbeda dengan pekerjaan rumah (PR) yang kadang membuat anak malas untuk mengerjakannya dan merasa ada beban untuk menyelesaikannya.

Demikian dikatakan Aranggi Sumardjan, education innovator dari Clevio dalam workshop yang berlangsung Minggu, (21/5) pada acara Pekan Pendidikan dan Kebudayaan di Lippo Mall Puri, Kembangan Jakarta Barat.

‎"Mengapa anak-anak lebih suka game? Sebagian besar menyampaikan bahwa karena bebas berekplorasi, bebas gagal, dan bebas mencoba dan mencoba lagi. Saat gagal rasa penasaran untuk tertantang dan timbul rasa gigih untuk mencoba menyelesaikan tantangan permainan lebih baik lagi. Efek dopamine menimbulkan kompetisi, ingin menang, kolaborasi, puas, senang ada dalam diri anak-anak dalam bermain game," ucap dia.

Bagaimana agar mengubah ketagihan game menjadi ketagihan belajar?  "Salah satunya melalui bermain, karena permainan itu sendiri ada belajar. Game dapat menumbuhkan imajinasi, rasa gigih untuk mendapatkan nilai yang lebih baik, dan kreativitas tanpa batas. Belajar dengan kemasan permainan atau game yang menyenangkan akan mudah dilakukan anak," tambah Aranggi.

Pada sisi lain, Haryo Bismo Kuntarto selaku analis kebijakan dari Kominfo mengungkapkan, game mempunyai dampak positif apabila dimainkan oleh kelompok usianya dan akan menimbulkan efek negatif apabila dimainkan oleh kelompok usia yang tidak sesuai. Dalam hal ini, Kementerian Komunikasi dan Informatika menyajikan IGRS yang menampilkan game dengan kategori usia dan merekomendasikan terkait dengan game di website www.igrs.go.id.

"Game menjadi fun karena menang, memecahkan masalah, ekplorasi, dan rasa penasaran untuk memecahkan tantangan," terangnya.  

Menurut Fransiska Oetami, konsultan pendidikan anak yang tampil sebagai pembicara, setiap game ada tujuan yang ingin dicapai, belajar memecahkan tugas besar dalam lingkup yang kecil, dan bekerja dengan rasa senang. Oleh karenanya, penting untuk orang tua mengetahui cara untuk memasukan unsur game dalam aktivitas sehari-hari, sehingga anak-anak semangat, konsisten dalam menjalankan aturan.

"Sisihkan waktu dan perhatian khusus untuk anak" pesan Sisca.

Lomba Cipta Game

Game telah meningkatkan rasa percaya diri, mereka tidak hanya sebagai pengguna tetapi sebagai pencipta game, mereka berpikir logis dengan belajar logaritma dengan mencipta rumus, melatih etika kerja teratur dan kerjasama. Hal tersebut terbukti dalam acara lomba cipta game edukasi yang dilakukan oleh Balitbang Kemdikbud bekerjasama dengan Clevio telah menghasilkan empat finalis.

Kegigihan menjadi kunci untuk mencipta sesuatu yang menjadi tujuan utama, kreativitas untuk berkarya dengan imajinasi dan kolaborasi tampak dalam even lomba yang berlangsung.

Hasil cipta game yang ditampilkan para finalis dikakukan oleh pengunjung pameran setelah melihat dan mendapatkan penjelasan oleh peserta.

Juara Pertama diraih oleh Riavi dan Diasto dari SMPN 40 Jakarta, Untuk juara kedua oleh Afifah dan Melika dari MAN 2 Kota Bogor,dan Juara Ketiga diraih Steven dari SD Budi Mulia. (rep/ES)

KOMENTAR ANDA

Join Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan