1. HOME
  2. »
  3. BERITA

Prihatin soal hoax, guru SDN Sumenep tulis buku Samudra Inspiratif

Editor: Hery Hardjo Winarno  21 Mei 2017 10:44
Ali menambahkan, buku yang dikarangnya tersebut merupakan wujud dari implementasi cita-cita Sagu Sabu yang dipelopori Media Guru.

Merdeka.com, HARDIKNAS - Kabar bohong atau hoax akhir-akhir ini menjadi isu sentral di Tanah Air. Hal ini lantaran berita hoax menjadi salah pemicu konflik horizontal di tengah-tengah masyarakat.

Pemerintah pun dibuat 'gerah' dengan banyaknya hoax yang berseliweran di media sosial (medsos), Facebook dan Twitter misalnya. Salah satu Guru SDN Pajagalan 2 Sumenep Madura‎ Ali Harsojo, pun berpendapat sama dan resah dengan kondisi masa depan bangsa.

"Saya melihat, bahwa Facebook itu tempat ajang orang untuk mencemooh, menulis fitnah, berita hoax, menulis negatif, memprovokasi, SARA, dan sebagainya," ujarnya di Lippo Mall Puri, Kembangan, Jakarta Barat, Sabtu (20/5).

Tak ingin hal tersebut berlarut-larut, Ali lantas menerbitkan buku berjudul 'Samudra Inspiratif di Facebook'. Cita-citanya sederhana, menjadi motivasi agar orang-orang lebih tergugah untuk menulis status inspiratif di medsos besutan Mark Zuckerberg itu.

"Sehingga, orang menulis yang baik di Facebook. Misalnya, status kebaikan, mengajak menulis buku," beber anggota gerakan Satu Guru Satu Buku (Sagu Sabu) ini.

Ali menambahkan, buku yang dikarangnya tersebut merupakan wujud dari implementasi cita-cita Sagu Sabu yang dipelopori Media Guru, di mana setiap pengajar menerbitkan satu buku. Media Guru sendiri merupakan komunitas yang berisikan para guru yang gemar menulis dan anggotanya tersebar di seluruh penjuru Indonesia.

Selain menulis buku, Media Guru pun menggelar 'Gebyar Literasi Nasional' di Lippo Mall Puri dan bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Ditjen GTK Kemendikbud). Kegiatan tersebut dibuka secara resmi di Gedung Kemendikbud dan diikuti sekitar 230 guru.

"Di Lippo Mall Puri ini adalah pameran bukunya," kata dia.

Meski Media Guru yang diinisiasi Muhamad Ichan baru berumur satu tahun, namun gerakan Sagu Sabu yang baru diluncurkan akhir 2016 lalu telah menunjukkan progres signifikan. Bagaimana tidak, sudah ada 430 naskah yang dihasilkan dan 230 di antaranya sudah dalam bentuk buku.

"Pengunjung juga bisa melihat dan mengambilnya (230 buku yang dipamerkan, red) gratis," ungkapnya.

Ali pun menyampaikan apresiasinya terhadap Kemendikbud, karena memberi ruang gerak yang luas kepada guru dan dibuktikan melalui kegiatan tersebut. Acara ini, baginya, juga menunjang program Kementerian yang dipimpin Muhadjir Effendi tersebut pada 2018 nanti.

"Karena itu, harapan ke kemendikbud dan kerja samanya dengan Media Guru, supaya menperluas kepenulisan ini maupun praktik pengajaran melalui diklat kepenulisan sampai ke nasional," katanya.

KOMENTAR ANDA

Join Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan